Lumpuhnya Ekonomi Tanah Gayo: Jeritan Petani di Balik Bencana yang Terabaikan

GAYO TODAY

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026 - 00:27 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH |  Kondisi memprihatinkan menyelimuti kehidupan para petani kopi di dataran tinggi Gayo. Akibat terjangan bencana alam yang meluluhlantakkan infrastruktur perkebunan dan memutus akses jalan selama hampir tiga pekan, ekonomi masyarakat setempat mengalami kelumpuhan total. Produk pertanian unggulan yang menjadi tumpuan hidup warga kini membusuk di pohon karena tidak adanya sarana transportasi dan ketersediaan bahan bakar yang langka untuk proses pascapanen.

Bencana ini tidak hanya merusak fisik lahan, tetapi juga menghancurkan rantai distribusi yang selama ini menopang ekonomi keluarga. Lahan yang kini tertutup material pasir dan tanah akibat longsor membutuhkan waktu pemulihan hingga bertahun-tahun agar bisa kembali produktif. Situasi ini diperparah dengan absennya aktivitas jual beli di tingkat petani, yang berujung pada anjloknya harga komoditas secara tidak wajar hingga ke titik yang sangat merugikan produsen. Di sisi lain, isu mengenai kerusakan lingkungan akibat praktik pembalakan liar yang diduga masih terus terjadi di balik legalitas formal, menambah daftar panjang kekecewaan masyarakat terhadap minimnya perlindungan terhadap ekosistem yang semestinya menjadi benteng pertahanan alami dari bencana.

Kejadian yang puncaknya dirasakan oleh masyarakat secara masif pada September 2026 ini memaksa banyak warga untuk mengungsi dan kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian mereka dalam sekejap. Sebagian petani bahkan harus merelakan hasil jerih payah selama puluhan tahun musnah dalam hitungan menit. Hingga saat ini, mereka terpaksa harus berjuang membangun kembali akses jalan secara swadaya dengan kemampuan dan sumber daya yang sangat terbatas. Mereka menaruh harapan besar agar pemerintah tidak sekadar menebar janji program rehabilitasi yang bersifat administratif, melainkan hadir dengan langkah konkret yang mampu memulihkan kehidupan rakyat dari titik nol. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Banjir Lumpur Terjang Jalan Kala Pinang Menuju Rikit Gaib di Gayo Lues, Akses di Kendawi Tertutup Material

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:43 WIB

Kapolres Bireuen Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Umbau Pengendara Tertib Utamakan Keselamatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Pelajar Jauhi Bullying, Narkoba, Judol, dan Pinjol

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolres Bireuen Pimpin Latihan Dalmas, Tingkatkan Profesionalisme Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Satresnarkoba Polres Bireuen Ungkap Peredaran 6,1 Kg Sabu, Dua Tersangka Diamankan

Kamis, 24 September 2026 - 12:01 WIB

Ketua Umum Bhayangkari Resmikan Secara Daring Bantuan Fasilitas Air Bersih di Gampong Cot Ara Kuta Blang

Selasa, 22 September 2026 - 21:20 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81

Minggu, 20 September 2026 - 11:36 WIB

Kapolres Bireuen Bersama Dandim 0111/Bireuen Tinjau Kesiapan Akhir Jembatan Baru Krueng Tingkeum

Minggu, 20 September 2026 - 10:35 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Peresmian Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Mobilitas Masyarakat Kembali Normal Pasca Bencana

Berita Terbaru