Lumpe Ambruk! Relawan dan Warga Terseret Arus Saat Antar Bantuan ke Reje Payung!

GAYO TODAY

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:35 WIB

50243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah — Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah pedalaman Aceh Tengah kembali mendapat tantangan serius. Sebuah jembatan darurat atau biasa disebut “lumpe” buatan warga yang dibangun untuk menghubungkan Kampung Reje Payung dengan wilayah sekitarnya ambruk pada Selasa, 6 Januari 2026. Ambruknya jembatan tersebut menimpa sejumlah relawan dan warga yang tengah melintas membawa bantuan logistik ke desa yang hingga kini masih terisolasi.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan relawan dan warga, sebagian berasal dari Buntul, Kabupaten Bener Meriah, tengah mengantar sembako dan perlengkapan darurat menuju Reje Payung, Kecamatan Linge. Saat berada di atas titian jembatan, struktur jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh warga tak mampu menahan beban dan tiba-tiba ambruk. Seluruh orang yang berada di atas jembatan jatuh ke sungai dengan arus yang cukup deras.

Beruntung, insiden ini terjadi di saat Komandan Distrik Militer (Dandim) dan Danramil Kecamatan Linge sedang berada di lokasi dalam rangka pemantauan bantuan dan koordinasi penanganan pascabencana. Melihat kejadian itu secara langsung, Dandim beserta rombongan segera memberikan pertolongan bersama warga setempat. Berkat respons cepat dari tim gabungan, seluruh korban berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa maupun luka serius akibat insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kampung Reje Payung sejak kejadian banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025 lalu memang mengalami kerusakan infrastruktur yang signifikan, termasuk putusnya jembatan gantung utama yang menghubungkan desa tersebut dengan Desa Jamat. Situasi tersebut membuat Reje Payung terisolasi, dan segala kebutuhan warga harus dikirim menggunakan cara-cara darurat, baik berjalan kaki menyeberangi sungai maupun mengandalkan jembatan darurat seperti lumpe yang dibangun secara gotong royong oleh warga.

Ambruknya lumpe ini semakin menyulitkan upaya distribusi bantuan logistik dan penyaluran layanan dasar lainnya ke dalam wilayah Reje Payung. Sejak insiden tersebut, desa kembali terkurung tanpa jembatan penghubung yang dapat dilalui oleh manusia maupun pengangkut barang.

Menanggapi kondisi ini, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan warga langsung bergerak cepat pada hari yang sama untuk memasang kembali jembatan darurat. Proses pemasangan dilakukan secara manual dengan perlengkapan yang tersedia di lokasi, memprioritaskan pengembalian akses bagi warga yang sangat bergantung pada suplai dari luar desa.

Situasi geografis yang berat, minimnya infrastruktur yang memadai, serta kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras membuat upaya pemulihan infrastruktur di Linge dan sekitarnya tak mudah. Namun, semangat gotong royong warga dan keterlibatan aparat keamanan di lapangan menjadi pendorong utama dalam menjaga kontinuitas bantuan dan pemulihan pascabencana.

Insiden ambruknya jembatan darurat ini menjadi pengingat akan pentingnya pembangunan infrastruktur tangguh, terutama di daerah-daerah rawan bencana seperti Aceh Tengah. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera memperkuat dukungan, baik dari sisi logistik maupun teknis, guna membangun jembatan sementara yang lebih kokoh dan aman untuk digunakan hingga hunian tetap dan jalur transportasi utama dapat dipulihkan secara menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, akses ke Kampung Reje Payung masih dalam tahap pemulihan darurat, sementara distribusi logistik kembali ditunda sementara waktu sambil menunggu selesai dibangunnya kembali lumpe pengganti. Pemasangan dilakukan secara gotong royong dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, sebagai bentuk ketangguhan dan solidaritas warga di tengah keterbatasan teknis dan alam. (*)

Berita Terkait

Keluarga Pratu Dian Minta Dugaan Penganiayaan dan Pemerasan di Subdenpom Takengon Ditindaklanjuti
Instruksi Mualem, Dinsos Aceh Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Jeget Ayu
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jagong Aceh Tengah, Puluhan Rumah dan Ruko Hangus
Jangan Biarkan Hotel Menjadi Tempat Berkembangnya Praktik Yang Bertentangan Dengan Syariat Islam Di Aceh
Polres Aceh Tengah Amankan 300 Karung Material Diduga Mengandung Emas dari Lokasi PETI

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:43 WIB

Kapolres Bireuen Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Umbau Pengendara Tertib Utamakan Keselamatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Pelajar Jauhi Bullying, Narkoba, Judol, dan Pinjol

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolres Bireuen Pimpin Latihan Dalmas, Tingkatkan Profesionalisme Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Satresnarkoba Polres Bireuen Ungkap Peredaran 6,1 Kg Sabu, Dua Tersangka Diamankan

Kamis, 24 September 2026 - 12:01 WIB

Ketua Umum Bhayangkari Resmikan Secara Daring Bantuan Fasilitas Air Bersih di Gampong Cot Ara Kuta Blang

Selasa, 22 September 2026 - 21:20 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81

Minggu, 20 September 2026 - 11:36 WIB

Kapolres Bireuen Bersama Dandim 0111/Bireuen Tinjau Kesiapan Akhir Jembatan Baru Krueng Tingkeum

Minggu, 20 September 2026 - 10:35 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Peresmian Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Mobilitas Masyarakat Kembali Normal Pasca Bencana

Berita Terbaru