Puluhan Warga Terdampak Banjir di Gayo Lues Belum Terima Bantuan Jadup, Validitas Data Dipertanyakan

GAYO TODAY

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:08 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Puluhan warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues yang terdampak banjir hidrometeorologi hingga kini mengaku belum menerima bantuan Jatah Hidup (Jadup) dari pemerintah. Padahal, sebagian besar dari mereka merupakan korban langsung bencana yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengalami kerusakan rumah cukup parah.

Salah seorang warga, Amrin (53), Selasa (7/7/2026), menyampaikan keheranannya karena dirinya bersama sejumlah tetangga yang benar-benar terdampak banjir, tidak mendapatkan bantuan Jadup. “Kami ini benar-benar korban banjir. Rumah kami terdampak langsung, bahkan ada yang sudah dibongkar karena rusak. Tapi sampai sekarang kami tidak mendapatkan Jadup,” ujarnya.

Warga semakin bingung karena, menurut Amrin, ada warga lain yang tinggal di lokasi tidak terkena banjir—bahkan berada di perbukitan—justru tercatat sebagai penerima bantuan. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan sekaligus rasa kecewa di tengah masyarakat yang menjadi korban bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amrin menuturkan, sejak masa tanggap darurat banjir, berbagai tim dari pemerintah desa, BPBD Kabupaten Gayo Lues, bahkan hingga ke pemerintah pusat telah melakukan pendataan. Akan tetapi, saat bantuan Jadup disalurkan, nama mereka tidak tercantum sebagai penerima.

Keluhan serupa diungkapkan Koreda Fauzi (45). Ia mengaku rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir dan terpaksa melakukan perbaikan secara mandiri menggunakan dana pribadi. Namun, dirinya pun tidak mendapat bantuan Jadup. “Rumah saya rusak parah akibat banjir. Karena tidak mungkin terus dibiarkan, saya memperbaikinya sendiri. Namun saat bantuan Jadup dibagikan, nama saya juga tidak ada,” kata Fauzi.

Para warga telah melaporkan persoalan ini ke BPBD maupun ke Polres Gayo Lues. Namun hingga berita ini disusun, mereka mengaku belum memperoleh penjelasan atau solusi terkait tidak masuknya nama mereka dalam daftar penerima bantuan.

Amrin dan Fauzi berharap pemerintah segera melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan agar hak masyarakat yang benar-benar terdampak bencana tidak diabaikan. Mereka meminta adanya evaluasi serius terhadap proses pendataan, sehingga penyaluran program Jadup tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan maupun keraguan di tengah masyarakat. “Kami hanya meminta hak kami sebagai korban bencana. Jangan sampai ada korban yang terabaikan, sementara yang tidak terdampak justru menerima bantuan. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi dan memperbaiki data penerima Jadup,” harap mereka.

Hingga saat ini, pihak BPBD Kabupaten Gayo Lues masih belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan data penerima bantuan Jadup di Desa Badak. Masyarakat berharap adanya tanggapan dan tindakan cepat dari pemerintah agar peristiwa serupa tidak kembali terulang pada penyaluran bantuan bencana di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah
Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu
TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Resmi Dibuka, Satgas Bersama Warga Mulai Pengerjaan Jalan dan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Pepelah
… TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Buka Jalan Sepanjang 3.500 Meter dan Bangun RTLH di Desa Pepelah dengan Semangat Gotong Royong
Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Fidiel Castro Minta Evaluasi Kepala SD-SMP Negeri, Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Lapas Sibolga Hadirkan Kepedulian, Salurkan Bansos dan Gelar Cek Kesehatan Gratis di Panti Asuhan Namira

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Jangan Biarkan Hotel Menjadi Tempat Berkembangnya Praktik Yang Bertentangan Dengan Syariat Islam Di Aceh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Transformasi Pengelolaan Sampah Dimulai, Lapas Perempuan Medan Luncurkan Program Smart Zero Waste dan Dashboard SIPINTAR

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Binjai Apresiasi Program Pembinaan Lapas Kelas IIA Binjai, Siap Perkuat Kolaborasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:04 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:43 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:26 WIB

Miris! Ternyata Kapolrestabes Medan Sering Bohongi Keluarga Korban Pencurian Yang Jadi Tersangka Usai Nangkap Maling ?

Berita Terbaru